Teater Langit Peduli Palestina

sok ganteng semua ha ha ha

Di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan Roadshow Bulan Ramadhan, Teater Langit mendapatkan undangan  ajakan untuk menampilkan aksi teatrikal pada Munasharah Plestine yang diikuti berbagai Ormas dan Parpol Islam kota Malang di antaranya ada PKS, Pondok Pesantren Hidayatullah dan lain-lain. Aksi ini digelar di depan Gedung DPRD Kota Malang, hari Jum’at 4 Juni 2010.

Kesediaan kami untuk ambil bagian dalam acara akbar tersebut bukan karena kami ingin mencari eksistensi, popularitas, kepuasan batin, apalagi uang. Semua ini kami niatkan sebagai wujud solidaritas kami terhadap nasib penduduk palestina yang sedang terjajah.

Pada kesempatan itu, kami mengangkat “Peristiwa Penyergapan dan Penyerangan Kapal Mavi Marmara oleh Tentara Israel“. Pementasan berlangsung seru karena selain para pemain yang memainkan lakon dengan penuh penghayatan, penonton yang bersorak dan bertakbir seirama dengan ritme pementasan juga menjadikan suasana semakin penuh semangat.

Di akhir pementasan, Mbah Jiwo membacakan sebuah satire untuk Palestina yang membuat peserta aksi terhenyak. Pada akhirnya, pementasan Teater Langit pada Munasharah Palestine kali ini menjadi salah satu pementasan paling berkesan dalam sejarah penampilan kami.

…,karena kami bukan sekedar berteater.

Advertisements

13 Responses to “Teater Langit Peduli Palestina”

  1. pertamax kah…??

    “…,karena kami bukan sekedar berteater”
    trus ngapain aja…??

  2. septiana dewi Says:

    jd penasaran dgn satire yg dibacakan di akhir pentas

    salam kenal ^.^

  3. juminten Says:

    sayang aku nggak nonton… (menyesal:mode on)

  4. kita perlu beralih ke teater era baru. teater digital. (direkam) jadi gak akan ada yang melewatkan pementasan.

  5. tulisan ini udah aku buat beberapa bulan lalu saat berbagai media sibuk dengan kabar terkini dari palestina tetapi sekarang meredup. baru posting sekarang berharap cinta ini kepada palestina tidak meredup seperti media khususnya tv.

    Palestina

    Dulu aku buta, tuli dan bisu kepadamu

    Dulu aku tak begitu mempedulikanmu

    Dulu aku tak begitu memperhatikanmu

    Tapi kini Allah telah menyembuhkanku dari penyakitku

    Membangunkanku dari tidurku

    Sekarang aku melihat, mendengar dan sering menyebutmu

    Sekarang aku peduli padamu

    Sekarang aku perhatikanmu

    Bahkan sekarang aku rasa aku mencintaimu, Palestina

    Engkau menjadi salah satu peringkat teratas dalam doaku

    Aku merasakan penderitaanmu

    Aku merasakan kesedihanmu

    Akupun menangis karenamu, terhadap apa yang dilakukan bangsa kera itu kepadamu

    Akupun hanya baru bisa memberikan sedikit hartaku kepadamu

    Dan sebaris do’a untukmu setelah sholatku, sujudku dan antara adzan dan iqomah

    Baru harta dan do’a yang dapat kulakukan, belum jiwa

    Dambaku ke negerimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: