Puisi 2

Sahabat, silahkan kalau mau numpang nulis PUISI. Ingat hanya PUISI, no other comment!! Kumpulan PUISI jilid II.

Advertisements

8 Responses to “Puisi 2”

  1. CINTA

    Cinta itu sangat indah, suci tanpa dosa.

    Perasaan manusia penuh dengan cinta, hingga aku takut untuk mengusiknya.
    Bukannya aku takut dan gak punya nyali untuk mencintai,
    tapi aku gak mau cinta akan membuat luka dan air mata.
    Aku takut salah menempatkan cinta yang gak berhak aku cintai.
    Cinta karena nafsu dan kesengan belaka, bukan cinta yang murni tulus dari hati.

    Aku cinta kamu, cinta yang sangat dalam dari hati.
    Cinta kepada saudaram kepada sesama manusia.

    Tapi cinta sejati itu hanya satu,
    cinta kepada Sang Pencipta,
    yang telah memberikan segalanya kepada hamba.
    Cinta yang murni tanpa nafsu dan embel-embel berbagai rupa.

    I love You…
    Semoga ini bukan cinta yang terlarang…

    Abraham 2010

  2. Puisi Bisu II

    Aku duduk termenung sendirian
    Bulan di atas kepalaku, agak condong dan tersenyum
    Pepohonan berdiri tegak mengelilingi
    Berjajar satu-satu menjadi puisi indah yg bisu

    Aku termenung sendirian
    Mengingat-ingat
    Berpotong-potong rindu yg tak pernah sampai
    Padamu

    Aku termenung sendirian
    Menertawakan kisah lakuku yg lalu-lalu
    Seperti bulan menertawakan malam, gelap dan sepi
    Ditinggal mentari

    Aku sendiri bersama bulan
    Aku sepi bersama pepohonan
    Aku merasa seperti rerumputan
    Yang tumbuh, dihiraukan lalu mati

    Aku kembali termenung
    Lalu tersenyum
    Kepada pepohonan, kepada bulan, kepada rerumputan aku titipkan pesan
    Tentang janji kepada Tuhan

    Aku ingin seperti mereka, setia…
    Dalam diam dalam sepi
    Dalam dingin dan keterasingan
    Menjalani takdir diri untuk apa diciptakan

    Diam
    Sepi
    Dingin
    Terasing

    Setia
    Kepada Tuhan

    [Perkemahan Bumi Bantaran – Blitar, 2 Mei 2010]

    sumber : http://mbahjiwogoblog.wordpress.com/2010/05/01/puisi-bisu-ii/

  3. selamat ulang tahun

    Ketika detik mengajakmu
    berlari
    sentuhlah lengannya dan katakan
    Janganlah cepat berlalu
    Ada selamat ulang tahun
    yang masih menunggu
    terucap dari hati
    setulus dedaunan yang gugur
    di musim kemarau
    seharum mawar yang merekah
    di musim semi
    seriuh hujan yang
    deras turun dari langit
    membasahi bumi

  4. puisi itu

    puisi itu luka
    luka darah anak-anak palestina
    yang mengucur di tanah;
    tanah air tanah kelahiran
    yang diporak-porandakan
    zionis yang begitu bengis

    puisi itu luka
    ketika dibacakan di atas tanah
    yang di atasnya bergelimpangan
    mayat-mayat tak berdosa
    korban perdamaian
    palsu
    yang dikobarkan
    orang-orang
    yang menyimpan kedengkian

    puisi itu luka
    ketika dibacakan bersama
    sedu-sedan para ibu
    menatap tubuh mungil
    yang kaku tak bergerak

    Tapi, puisi itu haru, puisi itu rindu, puisi itu syahdu
    bersama senyum para syuhada
    yang merekah
    menjelang kematiannya

  5. Kepada Ukhti
    :hanum

    Ukhti…
    tidak ada tembok setebal apa pun
    yang membatasi kesabaran

    Sabar adalah berjalan lurus ke depan
    meski bersama rintihan dan tangis di atas sajadah
    setiap malam

    Sabar adalah berkompromi dengan luka
    dan menerbitkan senyum di atas kepedihan
    yang terjala

    Sabar harus hadir diantara kelelahan
    tapi bukanlah keragu-raguan
    yang menafikan kepastian

    Ukhti… teruslah berjalan
    bersama kesabaran
    karena sabar akan menuntun
    mu
    pada cahaya di dalam kegelapan

  6. ku disini berlari menjahui- Mu
    entah mengapa
    hati ingin berdua dengan Mu
    tapi lagi lagi sasarana empuk pasukan nerakaMu menembus ragaku
    aku salah
    aku disini hanya menyaksikan mereka membunuhku
    membunuh iman ini
    aku ingin Allah bersamaku kembali
    dalam sepi yang begitu nestapa
    ya Allah….
    ampuni hamba yang lalai dari inginMu
    ampuni hamba yang terlelap dari marahMu
    amin…………………………

  7. Anu.. Andaikan anu.. Tapi bukan anu.. Nganu.. Bukan anu itu.. Anu hanya anu.. Biarlah dia tetap anu..

  8. hendra wawan Says:

    awh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: